Jaga sore di Radiologi, kebetulan sepi pasien, motret apa ya?. tiba2 terlihat dikamar gelap rol prosesing film yg tergeletak karena rusak, langsung timbul ide kelihatane menarik untukdifoto. saya bawa rol ke dekat jendela sehingga mendapat lighting dari sisi kanan yg dapat menonjolkan lekuk-lekuk rol, dgn kamera nikon F801, lensa 35-70mm pada 70mm, film fujicrhrome sensia 100, bukaan 11 dan speed 1/8 detik, tidak lupa pakai tripod, jepret-jepret jepret sekitar setengah rol, hasilnya lumayan lah,bagaimana menurut anda?
Sabtu, 20 Juni 2009
Senin, 08 Juni 2009
DI BALIK SEBUAH KARYA FOTO #5
BEBEKKU SAYANG

Data teknis:
kamera : NIKON F801
lENSA : nikor 70-200mm pada 200 mm
f : 11
s :250
film: konica ASA100
Foto ini sengaja saya buat untuk keperluan LOMBA FOTO BALITA KONICA 2002, SUBJEK FOTO ADALAH ANAKKU nomer 2 namanya JULIAN RAFIF RABBANI waktu iti umurnya 3 tahun, saya foto di lapangan depan rumah, tadinya saya foto dengan properti layang2, namun kelihatannya kurang menarik. Kebetulan sekali ada penjual anak bebek (meri) lewat, saya beli satu dan saya minta anakku untuk memegangnya. Dengan memanfaatkan cahaya matahari sore secara backlighting ternyata hasilnya cukup OK. Alhamdulillah akhirnya foto tersebut terpilih sebagai JUARA III LOMBA FOTO BALITA KONICA TAHUN 2002. Terima kasih JULIAN, terima kasih BEBEK
Selasa, 26 Mei 2009
DI BALIKSEBUAH KARYA FOTO # 4
Foto ini diambil di daerahCadas Pangeran Antara Sumedang Bandung ketika pwerjalanan menuju Solo sehabis ngunjungi mertua di Bandung, begitu melihat terobosan cahaya lewat sela sela pohon aku langsung tertarik, tapi tanggung mau berhenti takut anak-anak rewel, aku jalan terus. Ketika kira-kira jalan sekitar 10menit kepikir lagi suasana tadi" jarang-jarang lho ketemu cahaya pagi seperti itu, akhirnya aku putuskan untuk kembali dan kembalilah aku ke tempat tersebut, berhenti langsung nyiapkan kamera,kebetulan sekali ada seorang bapak pake baju merah menjadi aksen dari suasana tersebut, jeprat-jepret sekitar 1 roll dari berbagai angle. Adapun data teknis sbb:Senin, 25 Mei 2009
DI BALIKSEBUAH KARYA FOTO #3
Foto di atas diambil di tempat pengrajin gamelan desa Bekonang Kec. Bekonang KAB. SUKOHARJO.Untuk mendapatkan foto seperti di atas memang tidak mudah, diperlukan konsep dan persiapan yang matang.
Persiapan pertama adalah survei lokasi, perlu bikin apoinment dengan pemilik usaha soal waktu pemotretan, kapan akan melakukan pembuatan Gong, krna saat pembuatan Gong bunga api bisa tampil menarik, dilokasi kita lihat darimana kira2angle yg tepat, available lightnya bgaimana, perlu ndak kita tambahkan lampu buatan.dll.
Dari hasil survei lokasi maka kita buat konsep:
1. angle/sudut pengambilan:agak rendah
2. lighting: dari light yg tersedia yaitu cahaya masuk dari pintu masih perlu ditambahkan light dari flash dar arah depan sbg fill in.
3. peralatan : kamera nikon F800, lensa nikor 35-70 pada 35 mm,karena tempat tersebut berabu maka perlu juga pakai masker hidung/mulut, tripod dan flash metz sbg fill in
4. bukaan diafragma (f) : 11, agar didapat ruang tajam yg lebih luas, s:1/8,menggunakan speed lambat agar dapat diperoleh efekgaris2 cahaya/bunga api, gunakan tripod untuk menghindari kekaburan krna goncangan kamera
5. film yg saya pakai fujichrome sensia 100, saya pakai slide agar diperoleh warna yang oke, tidak terasa saya menghabiskan 2 roll isi 36
Hasilnya saya kira tidak mengecewakan dan mendapatkan MEDALI PERUNGGU pada SALON FOTO INDONESIA TAHUN 2002 DI SEMARANG. Bagaimana menurut Anda? Silahkan mencoba.
Minggu, 24 Mei 2009
DIBALIK SEBUAH KARYA #2

Jumat, 08 Mei 2009
DIBALIK SEBUAH KARYA FOTO #1
CATATAN KAKEK
Foto ini aku ambil ketika hunting di Pasar Legi Solo, awalnya mau motret para pekerja wanita yg menurunkan kelapa dari truk,eeh malah ketemu si kakek ni yg lagi ngitung/nyatat jumlah kelapa yg dah masuk ke kiosnya, kerut2 wajahnya cukup menarikperhatianku apalagi terlihat ada cahaya yg nerobos dari sisi kanan dan jatuh pas di wajah sang kakek menambah dramatis dan menonjolkan karakter sang kakek, kamera yg digunakan SLR dg lensa 70-200, bukaan 3,5, s:1/60 ,karena cahaya sangat minim pencahayaan aku kurangi 2 stop menjadi 1/250 dtk dg film slide fuji provia 100, krna pencahayaan dkurangi 2 stop maka waktu cuci film minta diPUSH 2 stop, HASILNYA seperti di bawah ini, menurutku cukup memuaskan. bagaimana menurut anda?
Tunggu foto-foto berikutnya
Senin, 13 April 2009
WASRIPIN MENCARI TEMAN-TEMAN DARI PEKALONGAN
Kamis, 02 April 2009
AKU BANGGA JADI CALON RADIOGRAFER
(mahasiswa semester IV D.III TRR POLTEKES SEMARANG)
Hemmm….Gak terasa dah hampir 2 tahun aQ kuLiah di ATRO SMG, Gak nyangka bisa terdampar dsini,hehe padahal duLu cita2Q khan jd GURU Bahasa InGGRiS….hehe tapi aQ bersyukur bgt, seLaMa KuL dsini banyak banget hal baru yang aQ dapatkan, mulai dari temen2 dari sabang sampe merauke, pelajaran anatomi n fisika radiasi kesukaanQ, n’ yang paling nyenengin tuh waktu dapet PKL di Orthopedi!! Dsitu aQ ketemu pasien2 yang ramah,jutek n’ banyak deh yang bikin pusing!!! Tapi dsitu aQ juga ketemu grafer2 yang baek2+pinter2 n’ temen2 yang asik2 dr CB+WH, n’ Qta buat Genk “LASKAR ORTHOPEDI” hehehehe keren kan!!!!
Setelah terjun langsung ke rumah sakit aQ baru ngerasain ternyata jadi grafer itu asik, bisa ketemu kasus2 (penyakit) yang aneh, dapet banyak ilmu, dapet banyak pengalaman berharga dari pasien, bisa bantu2 dokter negakin diagnosa, n’ banyak deh pokoknya!!!
Ada rasa kebanggaan tersendiri lho kerja di rumah sakit, bisa Bantu orang yang lagi sakit n’ nyemangatin pasien yang lagi putus asa ngadepin penyakitnya….n’ setelah liat pasien2 itu tentunya aQ bersyukur banget bisa lebih beruntung dari mereka coz dikasi kesehatan yang baik mpe sekarang….
yaCH…. Walopun dapet resiko kena bahaya radiasi n’ tertular penyakiT,,,YaNG peNTing tetep hati2 n’ matuhin prosedur kerja yang benar, jADi semua pasti aman2 aja…, pALagi RadioGRafer kan dapet tunjangan radiasi,hehehe lumayan…..
SO’ we can conclude that walopun radiasi itu kedengarannya nyeremin tapi kalo kita menjalankan prosedur kerja dengan tepat,maka Radiasi tu bisa jadi sesuatu yang bermanfaat!!!! betul gak??????? N’ aQ bangga jadi calon radiografer….hehe
So’ seMAngaT yach bWt gRafer2 dr saBANG mpE merAUKE!!!!!!! Cayo!!!!!
Sabtu, 21 Maret 2009
GALERI KARYA FOTOKU
GALERI FOTO KARYAKU :

1. CATATAN KAKEK (pasar Legi SOLO)
Foto ini aku ambilketika hunting di Pasar Legi Solo, awalnya mau motret para pekerja wanita yg menurunkan kelapa dar truk,eeh malah ketemu si kakek ni yg lagi ngitung/nyatat jumlah kelapa yg dah masuk ke kiosnya, kerut2 wajahnya cukup menarikperhatianku apalagi terlihat ada cahaya yg nerobos dari sisi kanan dan jatuh pas di wajah sang kakek menambah dramatis dan menonjolkan karakter sang kakek, kamera yg digunakan SLR dg lensa 70-200, bukaan 3,5, s:1/60 ,karena cahaya sangat minim pencahayaan aku kurangi 2 stop menjadi 1/250 dtk dg film slide fuji provia 100, krna pencahayaan dkurangi 2 stopmakawaktu cuci filmminta diPUSH 2 stop, HASILNYA seperti diatas menurutku cukupmemuaskan. bagaimana menurut anda?

2a. PRAMBANAN SENJA
senja di waduk cengklik

2b. PRAMBANAN MALAM

3. PAGI CERAH (cadas pangeran)

4. KERJA KERAS

5.BUNGA RUMPUT
(Hanya bunga rumput, bunga liar yang tumbuh diseberang jalan depan rumahku. Hanya bunga rumput yang sekian lama terabaikan karena dianggap tak ada eksistensinya. Bunga Rumput, benarkah tiada keindahan dibalik keliarannya? Bunga Rumput, benarkah tiada pesona dibalik ke"takdiharapkan" kehadirannya. )

6.SINERGI
7.sunrise di kampungku

8. misteri purnama

9.pesawatku, terbanglah

10. bebek kecilku

11. namaku TONI
(Namaku toni, aku tinggal di jurug tepi bengawan solo. Kalo kalian ingin mengunjungiku, jangan lupa bawa sekeranjang buah, sekantong kacang goreng dan sebatang rokok.)

12.pengrajin gamelan

13. tak terkejar
Hak cipta foto-foto di atas adalah milik fotografer pemilikblog ini (WASRIPIN,S.ST,CDT),dan dilindungi oleh Undang-undang.
Dilarang mendownload, mengkopi, dan/atau menggunakan foto ini dalam bentuk / keperluan apapun tanpa seijin fotografer.
14. simbah ngrokok
Jumat, 20 Maret 2009
PEMERIKSAAN OS ZIGOMATIKUM PADA KASUS TRAUMA
(Radiografer pada RSUD DR> MUWARDI SURAKARTA
A. PENDAHULUAN
Os zigomatikum adalah bagian dari tulang-tulang pembentuk wajah. Apabila terjadi trauma, os zigomatikum dapat mengalami fraktur (Syaifudin, 1997).
Untuk dapat memperlihatkan adanya fraktur maka diperlukan pemeriksaan, salah satunya adalah dengan pemeriksaan radiologi (foto polos).
B. DISKRIPSI KASUS
Pasien seorang laki-laki 50 tahun, sebulan sebelumnya mengalami kecelakaan sepeda motor, sudah dilakukan fiksasi pada rahang karena terdapat fraktur mandibula. Pasien mengeluh masih merasa nyeri pada daerah pipi kanan dan terdapat bengkak. Dokter mengirim pasien ke radiologi dengan permintaan rontgen zigomatikum kanan.
C. TEKNIK PEMERIKSAAN
Pemeriksaan yang dilakukan adalah Proyeksi tangensial (oblik).
1. Persiapan Pasien
Tidak ada persiapan khusus.
2. Persiapan Alat
Kaset dan film ukuran 18 x 24 cm, Bucky Table (Moving grid)
3. Posisi Pasien
Pasien prone
4. Posisi Objek
Kepala ekstensi sehingga OML membentuk sudut 37 terhadap kaset, dagu menempel kaset. Atur posisi (putar) kepala kearah sisi yang tidak sakit 15.
5. Pengaturan Sinar
CR : Tegak lurus kaset. CP : Arkus zigomatikus menuju pertengahan kaset. FFD : 100 cm. Kolimator dikecilkan.
D. HASIL RADIOGRAF

E. DISKRIPSI HASIL PEMERIKSAAN
- Tampak os zigomatikus kanan tidak super posisi dengan objek yang lain (mandibula dan calvaria).
- Tampak fraktur os zigomatikus
- Tampak soft tissue sweling.
F. PEMBAHASAN/DISKUSI
Terdapat beberapa proyeksi dalam pemeriksaan os zigomatikus antara lain Submentovertex (SMV) Projection, AP Axial Projection dan Tangential (Oblique) projection (Bontrager, 2001). Pada kasus ini dipilih peoyeksi Tangential (Oblique) dengan alasan dapat memperlihatkan os zigomatikus dengan baik dan pasien cukup nyaman karena posisi kepala tidak terlalu ekstensi dibanding proyeksi SMV. Kekurangan dari proyeksi ini adalah tidak dapat dibandingkan kanan dan kiri.
G. KESIMPULAN
Proyeksi Tangential dapat memperlihatkan os zigomatikus dengan baik dan pasien nyaman.
REFERENSI
Bontrager K L, 2001, Textbook of Radiographic Position and Related Anatomy, Edisi V, Mosby Inc, Missouri
Syaifudin, 1997, Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat, Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Kamis, 19 Maret 2009
PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA KASUS DISLOKASI ACROMIO-CLAVICULA (AC) JOINT DENGAN PROYEKSI AP STRESS
(oleh :WASRIPIN,S.ST,CDT)
A. PENDAHULUAN
Dislokasi Acromio-clavicula (AC) Joint adalah dislokasi yang terjadi pada sendi antara ujung distal clavicula dengan acromion. Dislokasi AC Joint dapat terjadi karena adanya ruptur ligamen acromioclavicular dan ligamen coracoclavicular. Kebanyakan terjadi pada usia 15 – 40 tahun karena aktivitas olah raga dan kecelakaan lalu lintas (Apley, 1993).
Untuk mengetahui adanya dislokasi AC joint dan tingkat kerusakannya diperlukan pemeriksaan radiologi dengan proyeksi AP Stress.
B. DESKRIPSI KASUS
Pasien adalah seorang laki-laki 37 tahun, mengalami cedera saat latihan militer. Datang ke IGD RSOS dengan keluhan nyeri pada bahu kanan dan sakit digerakkan. Sebelumnya pasien sudah berobat ke RSUD setempat, dilakukan foto rontgen bahu kanan AP dan tidak dijumpai kelainan (Gb.1). Oleh dokter IGD kemudian dikirim ke radiologi dengan permintaan : Rontgen AC Joint R/L AP Stress.

gb.1. hasil ro tanpa beban (tak tampak kelainan)
C. TEKNIK PEMERIKSAAN
1. Persiapan
Tidak ada persiapan khusus.
2. Posisi Pasien
Pasien berdiri menghadap tabung sinar-x, kaset ukuran 35 x 43 cm dipasang melintang di belakang pasien. MSP di tengah kaset dan kedua bahu terkaver. Kedua tangan diberi beban masing-masing seberat 3 kg.
3. Pengaturan Sinar
CR : Tegak lurus kaset. CP : Manubrium sterni menuju pertengahan kaset. FFD : 100 cm. Kolimator dikecilkan sesuai kebutuhan.

D. HASIL RADIOGRAF
Gb 3. Hasil radiograf AC joint dengan pembebanan 3 kg.
E. DESKRIPSI HASIL PEMERIKSAAN
- Tampak AC joint kanan melebar hingga lebih dari 1,5 cm.
- Jarak coraco-clavicula juga melebar hingga lebih dari 2 cm
- Kesan : Dislokasi AC Joint Grade III (ruptur ligamen acromioclavicular dan ligamen coracoclavicular.
gb.4.skema hasil ruptur ligamen
F. DISKUSI
Teknik ini dapat memperlihatkan dengan baik adanya dislokasi AC joint dan mengetahui grade (derajat) dislokasinya yang tidak terdeteksi pada proyeksi AP rutin (Greenspan, 1988). Pemeriksaan dilakukan kanan dan kiri agar dapat dibandingkan (Bontrager, 2001). Penilaian dilakukan dengan pengukuran jarak sendi dan dibandingkan dengan sisi yang lain. Kesulitan dari teknik ini adalah biasanya pasien merasa nyeri karena diberi beban (2,5 – 5 kg).
G. KESIMPULAN
Proyeksi AP Stress sangat baik untuk memperlihatkan adanya dislokasi AC joint.
REFERENSI
1. Apley A. G and Solomon L, 1993, Apley’s System of Orthopaedics and Fractures, Sevent Edition, Butterworth Heineman, Oxford
2. Bontrager K L, 2001, Textbook of Radiographic Position and Related Anatomy, Edisi V, Mosby Inc, Missouri
3. Greenspan Adam, 1988, Orthopedic Radiologi : A Practical Approach, JB Lippincott Co, New York

